Kampus Kesehatan Terbaik di Indonesia

Kampus Kesehatan Terbaik - Siapa yang sekarang sudah kelas 12 SMA dan mulai gundah memilih kampus? Loh, masih kelas 12 kok sudah harus khawatir min? 

Tentu harus khawatir dong. Memilih kampus yang benar sesuai minat dan bakat perlu dipersiapkan sejauh mungkin. Jangan sampai ketika lulus kalian masuk ke kampus yang kalian sendiri sebetulnya tidak suka dan hanya ikut-ikut teman. 

Kebiasaan tersebut banyak dilakukan oleh anak-anak sekarang yang berbuntut malas kuliah ketika sudah masuk semester awal, lalu ujung-ujungnya D.O deh.

Kalau sudah D.O selalu nyari alasan di luar diri mereka sendiri deh. Dari mulai aturan mahasiswa yang kaku yang mengekang, dosen tidak mumpuni, biaya kuliah mahal, lingkungan tidak nyaman, sistem pendidikan kurang inovatif dan membebaskan daya kreativitas mahasiswa. 

Ada-ada saja alasan yang dibikin. Padahal sih masalahnya ya cuma satu. Siapa? Ya, dia sendiri. 

Memilih kampus tidak serupa cap cip cup ya gais. Kampus yang kalian masuki tidak hanya harus sesuai dengan angan-angan kalian, tetapi juga sesuai minat, kemampuan, dan finansial. 

Karena dunia kampus sangat terhubung langsung dengan dunia pekerjaan sehingga memilih kampus juga serupa memilih pekerjaan. 

Seusia lulus kuliah kalian harus bersiap menata awal kemapanan hidup dengan cara mencari uang. Kehidupan yang serba dibiayai oleh orang tua akan segera berakhir. 

Hidup bergantung pada diri sendiri sudah harus dimulai jika tidak mau tertinggal jauh dengan teman-temanmu. 

Bahkan banyak mahasiswa yang sudah bekerja sejak kuliah baik untuk membiayai kuliah sendiri, menambah uang saku, menambah pengalaman atau bahkan memanfaatkan bakat dan kecerdasan dalam bidangnya masing-masing untuk mendapat uang. Kalian mau jadi yang mana nih gaes?

Oke back to the main topic. Cara pertama memilih kampus yang pastinya nggak bakalan bikin D.O di tengah jalan adalah dengan menggali kemampuan diri sedini mungkin. Belajar untuk ikut tes perkuliahan penting, tetapi mempelajari jurusan kampus dan membidik tiap kampus yang ingin kamu masuki juga sangat penting. 

Misalnya saja kamu sangat ingin bekerja di bidang design dan seni. Sedari awal kamu sudah harus membidik kampus mana saja yang sekiranya terkenal dalam menghasilkan orang-orang yang berbakat dalam bidang tersebut. 

Dalam penyaringan kampus pilihan, juga perlu dituntut realistis. Berdiskusilah dengan orang tuamu apakah biaya kuliah kampus tersebut bisa diusahakan oleh mereka. Kalau finansial mereka tidak cukup, apakah pekerjaan yang akan kamu lakukan bisa menambal kekurangan uang pendidikan tersebut.

Bagaimanapun juga finansial untuk menyokong pendidikan sangatlah urgent. Apalagi jika minat kamu untuk kuliah di bidang kesehatan. Kuliah kesehatan sangat terkenal mahal. 

Praktek-praktek kesehatan yang membutuhkan alat-alat dan bahan yang tidak sedikit serta mahal membuat uang kuliah membengkak. Belajar di bidang kesehatan memang berhubungan langsung dengan tubuh makhluk hidup terkait penyakit, gizi, nutrisi, perawatan dsb. 

Oleh karena itu kuliah yang ditempuh juga sangat membutuhkan kerja langsung di lapangan terhubung dengan pasien di rumah sakit atau klinik. 

Indonesia sangat kekurangan tenaga kesehatan. Jangankan yang ada di pelosok, di kota besar saja tenaga kesehatan memiliki jam terbang sangat tinggi. Satu ahli medis bisa melayani belasan hingga puluhan pasien setiap jamnya. 

Resiko kelelahan dan ketidak fokusan bekerja bisa berimbas pada buruknya kinerja dalam menangani pasien, ini adalah bayang-bayang mengerikan setiap tenaga kesehatan. 

Padahal setiap masyarakat berhak mendapat fasilitas dan penanganan terbaik darimanapun klinik atau rumah sakit tempat mereka berobat. 

Setiap nyawa dan kesehatan pasien yang berobat adalah sangat berharga bagi keluarga dan orang-orang terdekat mereka. Tetapi kurangnya tenaga kesehatan baik dari jumlah dan profesionalitasnya membuat kasus-kasus yang tidak diinginkan sering terjadi. 

Apalagi musim korona seperti sekarang SDM kesehatan sangat dibutuhkan. Banyak pejuang medis yang telah gugur dalam melaksanakan tugasnya menyelamatkan banyak nyawa. 

Kini saatnya kalian sebagai generasi penerus bangsa mulai untuk berpikir lebih nasionalis. Bekerja di bidang kesehatan adalah pilihan yang sangat mulia. Setiap pasien yang kalian selamatkan adalah pahala jariyah yang selamanya awet hingga nanti. 

Di Indonesia sendiri kampus kesehatan amatlah banyak. Setidaknya setiap kabupaten setidaknya memiliki satu kampus kesehatan baik swasta maupun negeri, atau berbasis umum maupun islami. 

Masing-masing kampus mengusung visi dan misi yang berbeda namun tujuan utamanya tetap sama yakni mencetak tenaga kesehatan yang mumpuni di bidangnya serta memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. 

Kampus-kampus tersebut ada yang sampai memiliki rumah sakit sendiri. Alumni-alumni yang mumpuni biasanya akan mengajukan lowongan untuk mengabdi di rumah sakit milik yayasan kampus mereka. 

Memiliki rumah sakit milik kampus sendiri merupakan kebanggaan tersendiri, selain tentu memudahkan urusan praktik lapangan bagi mahasiswa. 

Memilih Kampus Kesehatan Terbaik

Di malang sendiri berdiri banyak sekali kampus kesehatan. Ada kampus yang memang terkhusus hanya menyediakan jurusan-jurusan kesehatan saja. 

Ada kampus umum yang memang membuka fakultas kesehatan. ITSK (Institut Teknologi, Sains & Kesehatan RS. DR. Soepraoen Kesdam V/BRW Malang) adalah salah satu kampus swasta yang menjadi incaran banyak siswa baru. 

Di bawah binaan TNI-Ad sebagai lembaga negara yang disiplin dan profesional, kampus ini menjelma menjadi kampus unggulan dengan alumninya yang banyak mengabdi di seluruh Indonesia. 

Kampus kesehatan ini beralamat di Jl. S. Supriadi No.22, Sukun, Kec. Sukun, Kota Malang, Jawa Timur 65147. 

Program studi kesehatan di kampus ITSK RS dr. Soepraoen juga sangat lengkap dan memadai. Ada 16 jurusan kesehatan di antaranya: 

  1. D3 Keperawatan, 
  2. D3 Kebidanan, 
  3. D3 Akupuntur, 
  4. D3 Akupuntur ( R2), 
  5. D3 Farmasi, 
  6. D3 Rekam medis dan informasi kesehatan, 
  7. Sarjana terapan kebidanan, 
  8. Sarjana terapan penata anestesi, 
  9. Sarjana Fisioterapi, 
  10. Sarjana Keperawatan, 
  11.  Profesi Ners, 
  12. Profesi bidan, 
  13. Sarjana formasi klinis dan komunitas. 
Kampus kesehatan unggulan ini juga telah akreditasi B, memiliki rumah sakit sendiri, memiliki gedung sendiri dan dosen bereputasi internasional. 

Beasiswa di ITSK sebagai kampus kesehatan unggulan juga sangat melimpah. Tidak hanya itu koneksi kerjasama dengan lembaga luar negeri juga sangat banyak sehingga memudahkan lulusannya untuk bekerja di lembaga kesehatan luar negeri. 

Tidak hanya itu kampus yang fasilitas kuliah kesehatan terbaik ini telah 4 kali mendapat penghargaan dari AKU (Anugerah Kampus Unggulan) yakni pada tahun 2014, 2015, 2017, 2018. 

Nah, mungkin informasi ini bisa kalian jadikan sebagai referensi untuk memilih Kampus Kesehatan Terbaik di Indonesia, loh. Jadi jika kamu penasaran langsung aja cari cari informasinya di sini: Kampus Kesehatan Terbaik

0 Response to "Kampus Kesehatan Terbaik di Indonesia"

Post a Comment